Pertarungan Getir Anthony Yarde dan Dominasi Brutal Benavidez

Daftar Pustaka
Drama Pertarungan yang Penuh Ketegangan
Pertarungan perebutan gelar dunia kembali menghadirkan kisah emosional bagi Anthony Yarde. Meski ia berjuang mati-matian, petinju Inggris itu harus menerima kenyataan pahit ketika David Benavidez menunjukkan kekuatan luar biasa di Riyadh. Sejak ronde awal, Yarde mencoba menjaga jarak sambil meraba ritme lawan. Namun, Benavidez bergerak agresif dan perlahan membaca setiap pola gerak Yarde. Karena itu, duel ini berubah cepat menjadi ujian mental dan fisik bagi sang penantang.
Selanjutnya, Benavidez meningkatkan tekanan dengan pukulan bertubi-tubi. Bahkan, sebuah serangan tajam di ronde ketujuh membuat Yarde jatuh tersungkur. Setelah itu, situasi memburuk ketika darah dari hidung Yarde mengalir deras. Walaupun Yarde mencoba bangkit, Benavidez terus menutup ruang dengan kombinasi cepat yang nyaris mustahil ditepis.
Kemudian, momen krusial terjadi ketika Benavidez mendaratkan pukulan saat Yarde sudah berlutut. Meskipun dua poin dipotong, keunggulan Benavidez tetap terlihat jelas. Karena tekanan semakin keras, wasit akhirnya menghentikan laga untuk mencegah cedera lebih parah. Meski hasilnya menyakitkan, Yarde tetap menunjukkan keberanian luar biasa dengan berdiri sampai detik akhir.
Kecepatan Benavidez Menguasai Arena
Michael Buffer membuka pertarungan saat fajar menyingsing, dan suasana arena langsung terasa megah. Yarde masuk dengan langkah tenang, sedangkan Benavidez tampil lebih santai sambil menyapa penonton. Setelah itu, keduanya mengawali duel dengan hati-hati. Namun, transisi menuju pertukaran pukulan keras hanya masalah waktu.
Benavidez, dikenal sebagai “Mexican Monster”, memaksa Yarde bertarung mundur. Walaupun Yarde sempat membalas dengan sebuah pukulan kanan pendek, Benavidez segera meningkatkan volume serangan. Karena itu, sang juara terus mendesak dengan kombinasi cepat dari berbagai sudut.
Untuk memperjelas dinamika ronde-ronde awal, berikut tabel ringkasnya:
| Ronde | Kejadian Utama |
|---|---|
| 1–3 | Keduanya saling mengukur ritme dan jarak |
| 4 | Benavidez memprovokasi, Yarde mendaratkan pukulan kanan |
| 5 | Tekanan Benavidez meningkat, Yarde mulai terdesak |
| 6 | Benavidez melancarkan kombinasi cepat, Yarde berdarah |
| 7 | Yarde jatuh, wasit menghentikan pertarungan |
Setelah itu, pukulan Benavidez semakin tak terprediksi karena ia berganti stance dengan mulus. Yarde mencoba bertahan sambil mengatur napas, namun serangan bertubi-tubi tetap menembus guard-nya. Karena itulah, sang juara akhirnya menjatuhkan Yarde melalui rangkaian pukulan yang sangat terukur.
Kekalahan Pahit yang Mengulang Luka Lama
Pertarungan ini menjadi pukulan emosional ketiga bagi Yarde dalam perebutan gelar dunia. Sebelumnya, ia tumbang dari Sergey Kovalev pada 2019 dan gagal menahan tekanan Artur Beterbiev pada 2022. Meskipun begitu, perjuangannya tetap mengundang hormat. Ia berani menerima tantangan besar tanpa jalur aman, sesuatu yang jarang dilakukan petinju lain.
Kemudian, kekalahan ini memunculkan pertanyaan besar: apakah Yarde harus meninggalkan ambisi gelar dunia? Banyak pihak menilai kariernya masih memiliki peluang besar. Selain itu, ia tetap memiliki pukulan keras dan mental baja. Karena itu, beberapa duel domestik seperti melawan Joshua Buatsi atau Callum Smith masih sangat menarik.
Di sisi lain, kemenangan ini mengukuhkan status Benavidez sebagai petinju elite dengan rekor 31 kemenangan dan 25 KO. Setelah duel ini, ia mengumumkan rencana naik kelas ke cruiserweight untuk mengejar sabuk lain melawan Gilberto Ramirez. Dengan demikian, ia berpotensi menjadi petinju tiga divisi yang sangat disegani.
Akhirnya, pertarungan ini menegaskan satu hal: Yarde mungkin belum meraih gelar, tetapi ia tidak pernah berhenti menunjukkan jiwa petarung sejati. Walaupun luka dan kekalahan terus mengikuti, semangatnya untuk berdiri kembali membuat kisahnya tetap hidup dalam dunia tinju.